Emily Dickinson
Penyair jenius misterius dari Amherst yang menghabiskan sebagian besar hidup dewasanya dalam keheningan kamar tidurnya, merajut bait-bait puitis paling mendalam dalam sejarah sastra dunia.
"Harapan adalah sesuatu yang memiliki bulu sayap, yang bertengger di dalam jiwa, dan menyanyikan lagu tanpa kata-kata, serta tidak pernah berhenti sama sekali."
1. Masa Awal & Latar Belakang
Putri keluarga terkemuka Amherst, ia menempuh pendidikan di Amherst Academy sebelum memilih mengundurkan diri dari kehidupan sosial publik dan tinggal di rumah keluarga (The Homestead).
2. Perjalanan Karier & Terobosan Utama
Secara rahasia menjilid puisi-puisinya menjadi buklet-buklet kecil (fascicles) dengan jarum dan benang. Hanya sekitar 10 puisi yang pernah diterbitkan semasa hidupnya, itu pun diubah oleh editor yang tidak memahami kejeniusan gayanya.
3. Tantangan & Diskriminasi yang Ditembus
Mengisolasi diri dari konvensi masyarakat Victoria dan hanya mengenakan pakaian serba putih di tahun-tahun terakhir hidupnya.
4. Warisan Abadi & Pengaruh Bagi Dunia
Setelah wafatnya, saudarinya Lavinia menemukan ratusan puisi di laci meja riasnya; kini puisinya dipelajari di setiap universitas sastra terkemuka di dunia.