Leymah Gbowee
Pekerja sosial yang mengorganisir gerakan perlawanan damai wanita lintas agama 'Women of Liberia Mass Action for Peace', berhasil mengakhiri 14 tahun perang saudara berdarah.
"Kamu tidak bisa berbicara tentang perdamaian jika kamu tidak bersedia untuk berdiri dan mengorbankan kenyamanan pribadimu."
1. Masa Awal & Latar Belakang
Hidupnya hancur saat Perang Saudara Liberia Pertama pecah saat ia berusia 17 tahun, menyaksikannya menjadi pengungsi miskin dan dilatih sebagai konselor trauma untuk tentara anak-anak.
2. Perjalanan Karier & Terobosan Utama
Menyadari bahwa korban terbesar perang adalah perempuan dan anak-anak, ia memimpin demonstrasi pasar ikan Monrovia dan mengepung ruangan hotel negosiasi perdamaian di Ghana, menolak membiarkan para panglima perang keluar sebelum menandatangani gencatan senjata.
3. Tantangan & Diskriminasi yang Ditembus
Menghadapi risiko pembantaian oleh pasukan diktator kejam Charles Taylor saat memimpin ribuan wanita berlutut berdoa di lapangan terbuka di bawah terik matahari dan hujan lebat.
4. Warisan Abadi & Pengaruh Bagi Dunia
Membuka jalan bagi pemilihan presiden wanita pertama di Afrika dan mendirikan Gbowee Peace Foundation Africa untuk mendidik calon pemimpin perempuan benua tersebut.