Nadia Murad
Penyintas kejahatan perang Yazidi yang keberanian bicaranya di hadapan Dewan Keamanan PBB membuka mata dunia terhadap penggunaan pemerkosaan sebagai senjata perang modern.
"Saya ingin menjadi wanita terakhir di dunia yang memiliki cerita seperti yang saya miliki."
1. Masa Awal & Latar Belakang
Tumbuh damai di desa agraris Kocho di kawasan Sinjar Irak utara, hingga desa mereka diserbu oleh kelompok teror ISIS pada Agustus 2014 di mana ibu dan enam saudara laki-lakinya dieksekusi massal.
2. Perjalanan Karier & Terobosan Utama
Setelah berhasil meloloskan diri dari penawanan di Mosul, ia mengungsi ke Jerman dan bersama pengacara HAM Amal Clooney menuntut pertanggungjawaban para komandan ISIS di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).
3. Tantangan & Diskriminasi yang Ditembus
Mengatasi trauma psikologis dan fisik mendalam demi bersaksi berulang kali di panggung-panggung diplomatik dunia mewakili ribuan wanita Yazidi yang masih hilang.
4. Warisan Abadi & Pengaruh Bagi Dunia
Mendirikan Nadia's Initiative untuk membangun kembali tanah air Sinjar dan membantu korban kekerasan seksual perang di seluruh penjuru dunia.