Rigoberta Menchú
Wanita pribumi Maya K'iche' yang kesaksian hidupnya mengenai kekejaman perang saudara Guatemala menggugah nurani dunia hingga dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada peringatan 500 tahun penaklukan Amerika.
"Perdamaian bukan hanya ketiadaan perang; selama masih ada kemiskinan, rasisme, diskriminasi, dan penggusuran, perdamaian sejati tidak akan pernah terwujud."
1. Masa Awal & Latar Belakang
Tumbuh sebagai buruh pemetik kopi musiman dan pembantu rumah tangga, ia menyaksikan ayahnya tewas terbakar dalam aksi protes di Kedutaan Spanyol serta ibu dan adik laki-lakinya disiksa dan dibunuh oleh regu pembantai tentara militer.
2. Perjalanan Karier & Terobosan Utama
Belajar bahasa Spanyol secara otodidak untuk mengorganisir komite persatuan petani, dan mendiktekan memoar hidupnya 'I, Rigoberta Menchú' (1983) saat berada di pengasingan Meksiko yang mengguncang panggung diplomatik PBB.
3. Tantangan & Diskriminasi yang Ditembus
Menghadapi persekusi militer, pencemaran nama baik, dan bahaya maut setiap kali kembali ke Guatemala untuk menuntut jenderal pelaku kejahatan perang.
4. Warisan Abadi & Pengaruh Bagi Dunia
Berhasil membawa kasus genosida mantan diktator Efraín Ríos Montt ke pengadilan dan terus membela hak ulayat tanah adat serta perempuan pribumi.