Sojourner Truth
Lahir dalam perbudakan dengan nama Isabella Baumfree, ia mengganti namanya menjadi Sojourner Truth ('Pengembara Kebenaran') dan mengguncang dunia dengan orasi keadilan ras dan gendernya.
"Kebangkitan keadilan tidak dapat dihentikan, karena kebenaran itu kuat dan akan selalu menang!"
1. Masa Awal & Latar Belakang
Dilahirkan dari orang tua budak di New York berbahasa Belanda, ia dijual berkali-kali dan dipisahkan dari anak-anaknya sebelum melarikan diri menuju kebebasan bersama bayi perempuannya pada 1826.
2. Perjalanan Karier & Terobosan Utama
Menjadi pengkhotbah keliling karismatik. Pada Konvensi Hak-Hak Wanita Ohio 1851 di Akron, ia menyampaikan pidato mendadak tanpa naskah 'Ain't I a Woman?' yang membungkam cemoohan para penentang kesetaraan.
3. Tantangan & Diskriminasi yang Ditembus
Tidak pernah bisa membaca atau menulis secara formal, namun mampu mendiktekan buku otobiografinya dan berhasil bertemu dengan Presiden Abraham Lincoln di Gedung Putih.
4. Warisan Abadi & Pengaruh Bagi Dunia
Ikon awal interseksionalitas yang menunjukkan bahwa perjuangan hak perempuan tidak boleh meminggirkan penderitaan wanita ras minoritas dan kaum miskin.