Dewi Sartika
Tokoh pendidik visioner Sunda yang mendedikasikan seluruh hidupnya membangun sistem persekolahan inklusif agar kaum perempuan memiliki kemandirian keterampilan memasak, menjahit, membaca, dan berhitung.
"Mengubah nasib perempuan harus dimulai dengan membuka pintu akal pikiran mereka lewat ilmu pengetahuan dan budi pekerti."
1. Masa Awal & Latar Belakang
Putri bangsawan Patih Bandung Raden Rangga Somanagara. Sejak kecil di Cicalengka ia senang bermain 'sekolah-sekolahan' mengajari anak-anak pembantu membaca dan menulis di halaman belakang dengan arang dan pecahan genting.
2. Perjalanan Karier & Terobosan Utama
Pada 16 Januari 1904, dengan dukungan pamannya Bupati Martanagara dan suaminya Raden Kanduruan Agah Suriawinata, ia membuka 'Sakola Istri' dengan 20 murid awal di ruangan pendopo Bandung.
3. Tantangan & Diskriminasi yang Ditembus
Keluarganya sempat diasingkan ke Ternate oleh pemerintah kolonial akibat tuduhan politik ayahnya, membuat Dewi Sartika harus berjuang meyakinkan masyarakat tradisional bahwa pendidikan tidak akan merusak kehormatan wanita Sunda.
4. Warisan Abadi & Pengaruh Bagi Dunia
Sekolahnya berkembang pesat menjadi 'Sakola Kautamaan Istri' dengan cabang di berbagai kota Jawa Barat; perjuangannya melahirkan generasi guru dan perawat wanita pertama di Jawa Barat.