Laksamana Malahayati
Laksamana laut wanita pertama di dunia yang diangkat oleh Sultan Aceh, memimpin armada perang berdaulat yang menjaga gerbang maritim Selat Malaka dari imperialisme armada Eropa.
"Selama darah bangsaku masih mendidih di urat nadi, kedaulatan laut Selat Malaka tidak akan pernah diserahkan pada moncong meriam bangsa asing!"
1. Masa Awal & Latar Belakang
Bernama asli Keumalahayati, putri Laksamana Mahmud Syah dan cucu pendiri Kesultanan Aceh Sultan Salahuddin Syah. Ia menempuh pendidikan militer angkatan laut di Akademi Militer Ma'had Baitul Maqdis.
2. Perjalanan Karier & Terobosan Utama
Setelah suaminya gugur dalam pertempuran laut Teluk Haru melawan Portugis, Malahayati memohon kepada Sultan untuk membentuk armada khusus janda prajurit 'Inong Balee' dan membangun Benteng Inong Balee di perbukitan Krueng Raya.
3. Tantangan & Diskriminasi yang Ditembus
Menghadapi provokasi bersenjata armada Belanda pimpinan Cornelis dan Frederik de Houtman yang mencoba merampok kapal-kapal pedagang di pelabuhan Aceh.
4. Warisan Abadi & Pengaruh Bagi Dunia
Dalam pertempuran sengit 11 September 1599, Malahayati secara ksatria menewaskan Cornelis de Houtman dengan rencongnya, memaksa Ratu Elizabeth I dari Inggris mengirim utusan damai resmi untuk bernegosiasi dengannya.