Maria Walanda Maramis
Pahlawan wanita dari tanah Minahasa yang melalui tulisan opini di harian 'Tjahaja Siang' dan organisasi PIKAT berhasil merebut hak politik wanita untuk berpendapat dan memilih di parlemen daerah.
"Ibu adalah tiang utama penentu kemajuan peradaban suatu bangsa; mencerdaskan ibu berarti mencerdaskan seluruh generasi masa depan."
1. Masa Awal & Latar Belakang
Yatim piatu sejak usia enam tahun, Maria dibesarkan oleh pamannya Mayor Kema dan hanya diizinkan bersekolah hingga tingkat dasar Melayu, sebelum giat belajar mandiri dari pergaulannya dengan para pendidik terpelajar.
2. Perjalanan Karier & Terobosan Utama
Mendirikan PIKAT pada 8 Juli 1917 untuk membuka sekolah-sekolah kejuruan rumah tangga gratis bagi anak-anak gadis miskin, agar para calon ibu memiliki bekal keterampilan nutrisi, kebersihan, dan pendidikan moral.
3. Tantangan & Diskriminasi yang Ditembus
Menantang dominasi kaum pria kolonial dan adat dalam pemilihan anggota Minahasa Raad, menuntut agar perempuan tidak hanya boleh memilih melainkan juga berhak dipilih menjadi wakil rakyat.
4. Warisan Abadi & Pengaruh Bagi Dunia
Pada tahun 1921 pemerintah Hindia Belanda akhirnya meluluskan tuntutannya, menjadikan Minahasa wilayah pertama di Indonesia tempat perempuan memiliki hak suara politik.