Martha Christina Tiahahu
Gadis pejuang pemberani berambut panjang terurai dari Kepulauan Lease yang pada usia 17 tahun telah menjadi komandan tempur melawan tentara kolonial Hindia Belanda.
"Biar tubuh ini terkubur di dasar samudra luas, jiwaku akan selalu merdeka menjaga tanah Maluku tercinta."
1. Masa Awal & Latar Belakang
Sejak kanak-kanak Martha selalu menyertai ayahnya dalam rapat-rapat perlawanan rakyat di benteng Beverwijk dan hutan Nusalaut, mahir memainkan tombak dan mengobarkan semangat perang.
2. Perjalanan Karier & Terobosan Utama
Dalam pertempuran sengit di Desa Ouw dan Ullath pada Oktober 1817, ketika pasukannya kehabisan amunisi mesiu, Martha melemparkan batu-batu karang ke arah serdadu Belanda pimpinan Mayor Meyer hingga musuh kocar-kacir.
3. Tantangan & Diskriminasi yang Ditembus
Setelah ayahnya dijatuhi hukuman mati tembak di hadapannya di Benteng Beverwijk, Martha ditawan untuk dibuang sebagai pekerja paksa perkebunan kopi di Pulau Jawa di atas kapal perang Evertsen.
4. Warisan Abadi & Pengaruh Bagi Dunia
Memilih melakukan mogok makan dan menolak pengobatan dokter penjajah hingga menghembuskan napas terakhir di Laut Banda; jasadnya disemayamkan dengan penghormatan militer ke dalam laut biru Maluku.